The 8th NIWC 2017: Bertemu dengan Ibu



            Work camp di Nganget ini adalah workcamp ke-2 saya. Saya merasa senang bisa bertemu lagi dengan warga yang saya sudah kenal di tahun lalu, dan ada banyak pertemuan dengan warga  yang  baru ku kenal  juga.  Saya akan bercerita tentang Ibu Sauda.
            Ibu Sauda tinggal di panti. Waktu pertama kali bertemu dengannya, dia duduk di  lantai dan bersandar di kotak beroda yang isinya adalah alat – alat untuk mencuci baju. Dia kecil dan sangat cantik. Saya  ingin ngobrol dengannya, jadi saya mencoba berbicara dengan nya menggunakan bahasa Indonesia.  Dia hanya mengerti sedikit kata dalam bahasa Indonesia,  jadi dia menjawab dengan bahasa Jawa. Susah  berkomunikasi dengan bahasa,  jadi saya mencoba menyanyi lagu - lagu Indonesia yang saya tahu. Dia  juga tahu lagu itu, dan dia tersenyum lalu menyanyi bersama saya.  Saya senang sekali dan saya merasa ingin mengenalnya lebih dalam..
            Hari berikutnya saya datang dengan campers Indonesia  yang bisa berbahasa Jawa. Dia bilang “saya punya 3 saudara, tapi mereka tidak pernah dating ke sini. Tidak ada teman juga disini. Jadi saya senang kalau kamu datang”.  Saat itu saya bilang “saya harus kembali ke basecamp  karena sudah waktunya makan malam”,  lalu dia menunjukkan wajah yang sedih, dan saya merasa sedih. Saya  memutuskan bahwa sampai hari terakhir, setiap hari saya akan mampir ketempatnya untuk bertemu dengannya.
            Setelah itu, setiap hari saya mendatangi tempatnya, dan menjadi lebih kenal dengannya. Dia biasanya  duduk di  tempat tidur, dan kadang – kadang turun ke bawah.  Dia menggunakan kotak tersebut untuk pergi karena kakinya sakit dan tidak bisa berjalan sendiri. Dia awalnya bingung mengapa saya sering mampir ke tempatnya. Dia bertanya “kamu tidak takut?”  sambil memperlihatkan tangannya  yang  biasa disembunyikan.  Saya  bilang  “tidak takut. Saya suka ibu”. Karena  susah berkomunikasi dengan bahasa,  kami hanya ngobrol sedikit, tetapi  kami sering saling tersenyum. Kalau saya datang,  dia menyentuh  bahu  saya dengan tangannya.  Dan  tidak  tahu mengapa, dia selalu memijat tangan atau  kaki saya dengan tangannya.  Saya  juga  memijatnya. Sepertinya dia menyukai lagu dan dia sering bernyanyi untuk saya.


            Pada hari terakhir, saya memberi foto dan surat berbentuk hati kepadanya.  Dia sangat senang dan menyimpan surat di dalam tasnya dengan hati - hati. Saya memberitahunya bahwa saya akan pulang ke Jepang, dia berkata  “Hati - hati. Saya berdoa semoga kamus sehat dan sukses”, sambil memegang tangan saya. Saya tidak bisa melupakan wajahnya yang sedih saat saya pulang.
            Sebernarnya saya tidak bisa berkomunikasi dengan baik menggunakan bahasa.  Karena itu, saya tidak bisa mendengar cerita - cerita yang mendalam seperti tentang penyakit kusta yang dialaminya,  bagaimana bisa sampai ke Nganget, dan lain sebagainya. Tetapi saya merasa hati kami tersambung satu sama lain. Dia melihat saya dengan mata yang sangat lembut. Saya merasa saya disayang, sehingga saya merasakan kehangatan. Saya juga  mau menyayangi dia dan mau datang ke sini lagi jika ada kesempatan nanti. Mungkin tidak akan bisa bertemu dengannya terus. Mungkin dia akan pergi dari Nganget.  Jadi saya pasti datang kalau ada waktu, untuk bertemu dengan dia.  Nanti Oktober, saya akan datang. Semoga dia masih mengingat saya.

Akita Mayu
Volunteer of The 8th Nganget International Work Camp 2017

Comments