Skip to main content

The 8th NIWC 2017: Keluarga Kecilku dari Nganget

Empat belas hari itu mungkin waktu yang terlalu singkat untuk lebih mengenal warga Nganget, tapi 14 hari itu adalah hari yang paling penuh makna disepanjang 20 tahun sejak aku dilahirkan. Hari-hari yang penuh dengan rasa syukur, kasih sayang, ketulusan, kepercayaan,  kerendahan hati dan masih banyak lagi nilai kehidupan yang aku dapatkan dari mereka, Warga Nganget tak terlupakan. NIWC mempertemukanku dengan orang-orang yang sangat hebat dalam kehidupannya. Mengeluh,  menggerutu,  mengumpat mungkin adalah makanan kita sehari-hari.  Tapi mereka berbeda..  senyuman,  keramahan,  candaan, keterbukaan, kerja keras adalah yang selalu mereka tunjukkan kepada kami setiap mengunjungi mereka ataupun saat kami sekedar lewat di gang-gang kecil dan persimpangan desa.
Tahun ini adalah tahun pertama aku ikut Work camp di Nganget. Aku yang sebelumnya tidak mengenal warga sama sekali dan datang dengan niat di work camp ini untuk melakukan suatu kebaikan atau dalam artian aku harus bisa memberikan sesuatu untuk Nganget. Ekspektasiku adalah aku bisa memberikan sesuatu untuk warga Nganget,  namun ekspektasi itu sungguh sangat berbeda jauh dari kenyataannya. Niatan membantu itu malahan jadi fokus kedua disini karena justru warga lah yang memberikan banyak bagi kami para campers. Ini aku kutip dari caption kak Nabila ( campers NIWC juga ) di ig " They give you everything when you give them nothing". Aku bener2 ngerasain ini disana. Ketika bahkan aku ngga berbuat apapun untuk mereka dan bahkan seringnya merepotkan mereka,  mereka memberikan kami sesuatu yang tidak pernah kami duga sebagai contoh ketika aku ngabisin air mereka buat bersih-bersih alias mandi,  pulangnya dikasih makanan yang porsinya buat satu RT. Itu cuma salah satu contoh dari banyaknya kebaikan warga yang kami terima. Sungguh mereka adalah orang-orang dengan kekayaan hati yang lebih diatas kesederhanaan mereka.
Disini juga aku bertemu keluarga baru yang selama sebulan ini selalu kurindukan selain warga nganget seluruhnya, kekekekeke. Keluarga Pak Tarimo namanya,  keluarga yang sederhana namun penuh kehangatan dan pengertian. Ketika pertama kali bertemu,  bapak adalah orang yang sangat pemalu berbeda dengan Ibu Kasmini ( Istri pak Tarimo) yang banyak berbicara. Aku selalu berbicara pada ibu dan ibu bercerita banyak tentang kehidupannya dan keinginan anaknya, Widodo namanya. Pak Tarimo kerjanya nyari rumput buat dikasih ke sapi tiap harinya, beliau nyari rumput 2 kali sehari pagi dan siang.   Beliau sangat bersemangat saat bekerja walaupun terlihat jelas gurat-gurat kelelahan di wajahnya. Bapak bangun pagi-pagi sekali buat bersihin poopy sapi dan setelahnya baru nyari rumput ke sawah. Mungkin bagi kalian yang nggak ngelihat dan ngerasain langsung, pekerjaan itu seperti mudah dan sepele tetapi berbeda ketika kalian sendiri yang terjun langsung kesana sepertiku. Pekerjaan itu teramat berat dilakukan terutama buat kita yang terbiasa hidup santai sehari-harinya.  Aku harus nahan bau dan rasa aneh ketika ngebersihin poopy sapi yang lembek-lembek itu. Saat cari rumput pun harus nahan panasnya matahari, kena banyak duri tajem, resiko kena aritnya ( semacan pisau buat cari rumput) dan kemungkinan adanya binatang macem ular, ulat ataupun serangga yang bikin gatal-gatal karena itu bener-bener semak belukar yang rempet gitu buat cari rumput. Dan pas mau ngangkat tumpukan rumput itu, beratnya macem beras satu kwintal , belum lagi harus jalan dari sawah ke rumah bapak yang lumayan jaraknya. Dan bapak ngelakuinnya tiap hari ( bersihin poopy dan cari rumput).
Ibu Kasmini orang yang sangat terbuka dan tulus, dia banyak dia banyak bercerita tentang kehidupannya dan bapak yang mendapatkan diskriminasi dari masyarakat di kampungnya dulu. Walaupun begitu, dia orang yang ceria dan banyak tertawa.  Dia terlihat sangat bahagia saat kami datang ke rumahnya, suaranya saat memanggilku melengking seperti terompet tahun baru. Dia suka pergi ke ladang saat ada sedang musim panen,  dia berjanji akan mengambilkan jagung yang banyak saat kami kembali lagi kesana.  Saat itu sedang musim kemarau,  jadi tidak banyak orang yang panen di sawah. Widodo anak Pak Tarimo dan Bu Kasmini adalah anak yang berbakti dan sangat pengertian dengan orang tuanya.  Dia setiap hari membantu mencari rumput dan mengangkat rumput yang beratnya sama dengan yang dibawa pak Tarimo itu sendirian. Dia anak yang sangat kuat walaupun bisa terlihat tubuhnya yang kurus. Setelah mencari rumput dia akan memberi makan enthog yang dia pelihara. Saat itu widodo terlihat sangat tulus membantu orang tuanya. Saat aku bertanya kepada ibu apakah widodo pernah mengeluh,  ibu bilang widodo selalu membantu kami dan tidak pernah mengeluh. Ibu kasmini juga bercerita bahwa widodo, anak kebanggaannya itu ingin melanjutkan sekolah ke SMK. Widodo, anak berusia 14 tahun yang menanyakan kesanggupan keluarganya untuk membiayai pendidikan ke SMK. Entah mengapa,  aku merasa sangat bangga dan tersentuh akan pengertian yang widodo berikan pada orang tuanya. Saat ini widodo masih duduk di kelas 3 SMP. Aku tidak bisa membayangkan betapa sedihnya widodo ketika harapannya untuk bersekolah tinggi terhalang oleh biaya. Widodo anak yang sangat pemalu,  aku pikir hal ini diturunkan dari sifat ayahnya yang juga pemalu tapi dia anak yang sangat tulus membantu orang lain. Setiap malam widodo tidak tidur di rumah, ia bermalam di rumah tetangganya yang berusia tua dan tinggal sebatang kara untuk menemani si Tetangga ini buat sekedar jadi teman ngobrol. Sungguh kebaikan hati yang begitu nyata bukan?. Dari Keluarga ini aku banyak belajar akan artinya kerja keras,  kesederhanaan, pengertian,  kegigihan dan ketulusan yang nyata.
Take one step to see them,  two steps to know them, three steps to be close with them and you'll never doubt to take a thousand steps to get back to them.

Depok,  24 september 2017 
Hidayatul Lutfika
Volunteer of The 8th Nganget International Work Camp 2017


Comments

Popular posts from this blog

[OPEN RECRUITMENT THE 9TH NGANGET INTERNATIONAL WORK CAMP 2018]

Apakah kamu ? 
✔ Mahasiswa salah satu universitas di Indonesia  ✔ Memiliki komitmen dan motivasi menjadi volunteer ✔ Bersedia berinteraksi dengan orang yang pernah mengalami kusta selama 2 minggu ✔  Berkomitmen untuk mengikuti acara work camp pada 6-20 Agustus 2018 dan bersedia mengikuti rangkaian acara NIWC

Kami mengajak kamu untuk bergabung  sebagai volunteer:
"The 9th Nganget International Work Camp 2018"
Dengan tujuan untuk  mengurangi diskriminasi terhadap orang yang pernah mengalami kusta.
▪ Pendaftaran: 1. Isi formulir registrasi online  bit.ly/NIWC2018
2.  Download  form CV, Esai, dan Surat izin bit.ly/NIWC2018FORM
3. Kirim CV, Esai, Scan/Foto Surat Izin,  dan Foto diri ke:  Email: indonesia.lcc@gmail.com  cc: hidayatulfika76@gmail.com
▪ Konfirmasikan pendaftaranmu dengan mengirimkan pesan ke 0852-4317-1231 a.n Fika Dengan format: NIWC2018_Nama Lengkap_Universitas_Fakultas_Angkatan 
Deadline pengiriman berkas: 12 April 2018 ( 23.55 WIB )

Teaser The 9th Nganget Inter…

[OPEN RECRUITMENT THE 6TH DONOROJO WORK CAMP 2018]

Hallo calon volunteer, apakah kamu ? 
✔ Mahasiswa salah satu universitas di Indonesia (termasuk post-graduate) ✔ Aktif, independen, dan bertanggung jawab ✔ Bersedia berinteraksi dengan orang yang pernah mengalami kusta selama 2 minggu ✔  Berkomitmen untuk mengikuti acara work camp pada 7-20 Agustus 2018 dan bersedia mengikuti rangkaian acara DRWC 2018

Kami mengajak kamu untuk bergabung  sebagai volunteer:
"The 6th Donorojo Work Camp 2018"
Dengan tujuan untuk  mengurangi diskriminasi terhadap orang yang pernah mengalami kusta.
▪ Pendaftaran: 1.  Download  form CV, Motivation Letter, dan Surat izin bit.ly/DRWC2018
2. Kirim CV, Esai, Scan/Foto Surat Izin,  dan Foto diri ke:  Email: Indonesia.lcc@gmail.com Cc: Yuta29x@gmail.com
▪ Konfirmasikan pendaftaranmu dengan mengirimkan pesan ke: 0856 9252 1385 a.n Yuta Dengan format: NIWC2018_Nama Lengkap_Universitas_Fakultas_Angkatan 
Deadline pengiriman berkas: 29 April 2018 ( 23.55 WIB )
Regards, Leprosy Care Community Indonesia
Line:…

[Struktur Kepengurusan LCC 2018]

Hallo Volunteers, yuk kenalan dengan pengurus baru dari LCC 2018!
General Leader LCC 2018 adalah Putu Arya dari Universitas Indonesia.  Anggota pengurus LCC adalah mahasiswa dari universitas-universitas di Indonesia.
Tahun ini tema yang diangkat adalah "Break The Chain Make A Change"
Selamat mengemban amanah! Sukses untuk LCC kedepannya!