Upgrading Skills Pengurus LCC 2014


Kamis (15/5), sering kita mendengar atau mengetahui bahwa LCC itu selalu mengadakanworkcamp di tempat Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK), namun ada juga loh kegiatan upgrading pengurusnya J.
Salah satu kegiatan upgrading skill ini dilaksanakan pada Kamis, 15 Mei 2014 yang dilaksanakan di Gedung F ruang BEM FKM UI.
Upgrading ini mendatangkan pembicara-pembicara yang kece juga lho, diantaranya ada Muhyi Nur Fitra Hanefi (kak Muhyi), Ketua BEM IM FKM UI 2013. Materi yang dibahas kak Muhyi merupakan komitmen, manajemen diri dan waktu. Menurut kak Muhyi, ada 3 hal yang mempengaruhi seseorang dalam berkomitmen, yaitu pengalaman masa lalu mengenai organisasi, adanya tujuan atau harapan tertentu yang ingin dicapai, dan kepribadian yang dimiliki oleh masing-masing orang.Semua hal tersebut berasal dari diri kita masing-masing yang berasal dari pengalaman, motivasi dan tekat yang kuat atau kesungguhan yang tinggi.
 “Ada 2 cara agar dapat menjaga komitmen. Pertama, dengan adanya mimpi bersama dan dengan adanya peran dan tanggung jawab yang jelas. Jika komitmen sudah kuat maka tujuan yang ingin dicapai juga akan semakin mudah. Pada suatu lembaga, komitmen memang sangat dibutuhkan bagi setiap individu, dan jika komitmen ini dapat dimiliki oleh semua anggota tersebut, maka lembaga tersebut akan menjadi lebih baik dimana persatuan dalam lembaga tersebut akan tercipta,” pesan kak Muhyi.
Selain itu, kak Muhyi juga menjelaskan bahwa lembaga yang solid akan tercipta apabila mempunyai pemimpin yang kuat, adanya tim yang bekerja, dan tim yang merasa sebagai sebuah keluarga. Ada juga cara mengatasi masalah ketika menghadapi orang-orang yang sedang mengalami penurunan motivasi yaitu :
  1. Melalui metode persuasi.
  2. Penanaman visi yang benar-benar mengakar.
  3. Perlu adanya sharing komitmen.
  4. Refleksi diri juga penting untuk dilakukan oleh masing-masing individu ketika ia mulai mengalami penurunan motivasi, misalnya dengan menanyakan “kenapa memilih LCC?, kenapa sekarang masih di LCC?”, baru setelah menemukan jawaban-jawaban tersebut langkah selanjutnya adalah ‘just do it'.
  5. Jika orang yang sering ‘ilang-ilangan’ dalam suatu organisasi memang sudah tidak bisa untuk diajak lagi maka langkah tepat yan harus diambil adalah tetap menjalankan organisasi tanpa adanya kehadiran orang tersebut (selama organisasi tetap bisa jalan tanpa adanya orang tersebut), tetapi jika orang tersebut memang sangat penting kehadirannya bagi organisasi maka jalan satu-satunya yang harus dilakukan adalah terus melakukan pendekatan agar orang tersebut mau bergabung dan aktif kembali dalam organisasi.

Selain itu,  pembicara kedua dalam kegiatan upgrading skill ini ada M. Alfatih Timur (Bang Timmy). Bang Timmy merupakan salah satu founderkitabisa.co.id. kali ini topik bahasannya adalah Social Marketing. Menurut bang Timmy, kunci utama dalam social marketing adalah “story telling”,yang dimaksud story telling di sini adalah kemampuan organisasi untuk menggambarkan apa visi misinya, tujuan besar apa yang ingin dicapai, kondisi awal sasaran seperti apa dan sekarang seperti apa(from - to).

Dalam hal marketing, tentu kita tidak asing dengan kata proposal. Proposal ini bisa menjadi suatu tools dalam mendapatkan koneksi.

Proposal yang baik adalah proposal yang latar belakangnya lebih berfokus pada solusi yang diberikan (lebih menekankan pada problem solved) bukan hanya sekedar memaparkan kondisi-kondisi yang ada saja. Karena ini bentuknya sosial marketing, jadi donasi bisa menjadi salah satu sumber dana utama,” jelas bang Timmy selanjutnya.

Menurutnya kita juga harus mengetahui cara mengajak orang agar mau berdonasi. Cara-cara yang bisa diterapkan adalah :
  1. Buat sesuatu yang realistis dan tangible, jangan lupa juga untuk selalu memberikan reward kepada para donatur.
  2. Media untuk menyebarkan info donasi itu penting dan mempertimbangkan betul segmen sasaran kita.
Sedikit info juga ya sobat LCC, ada beberapa poin penting nih tentang penilaian proposal proyek yang masuk ke kitabisa.co.id yaitu :
  1. Dampak sosialnya
  2. Background team.
  3. Jumlah dana yang diminta.
  4. Deadline kegiatan (jangan terlalu mepet)

Catatan tambahan:
  • Kebanyakan acara-acara kemahasiswaan itu sifatnya terlalu general.
  • Donatur biasanya hanya akan mau berdonasi untuk proyek-proyek yang sudah ada progress-nya.
  • “Organisasi itu adalah pendewasaan” -  Bang Timmy
  • “Yang selama ini terjadi adalah ‘inflasi kata’ – pertumbuhan perbuatan tidak secepat pertumbuhan kata-kata” -  Bang Timmy
(adr)

Comments