The 2nd Middle Workcamp 2014: “Merajut Asa Dalam Kebersamaan”


Pada tanggal 27 Juni hingga 6 Juli 2014, LCC UI telah mengadakan suatu kegiatanwork camp, yaitu The 2nd Middle Workcamp 2014. Kegiatan yang bertemakan“Merajut Asa dalam Kebersamaan” ini, diselenggarakan di Desa Sumberglagah, Kec. Pacet, Kab. Mojokerto, Jawa Timur. Sejalan dengan visi yang dibawa oleh LCC UI, kegiatan MWC 2014 ini pun mengusung visi utama untuk turut berkontribusi dalam mengurangi diskriminasi terhadap orang yang menderita kusta maupun orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK).
Kegiatan ini hanya diikuti oleh campers yang berasal dari Universitas Indonesia yang terdiri dari 5 Project Team dan 6 volunteers yang berhasil lolos mengikuti seleksi berkas dan seleksi wawancara. Berasal dari Universitas yang sama, tidak sulit bagicampers MCW 2014 untuk mengenal dan menjadi dekat satu sama lain.
Campers berangkat ke Desa Sumberglagah pada tanggal 27 Juni 2014. Kegiatan MWC 2014 pun resmi dimulai pada tanggal 28 Juli setelah semua campers lengkap. Kegiatan pertama di MWC 2014 adalah beramah tamah dengan warga setempat yang bertujuan untuk meminta izin tinggal selama kurang lebih sembilan hari di Desa Sumberglagah.
Berbeda dengan workcamp-workcamp lain yang diadakan oleh LCC UI, workcamp ini sangatlah berkesan dan bisa dikatakan butuh tenaga ekstra dari semua campersuntuk menjalankan semua program. Hal ini dikarenakan, acara ini diselenggarakan bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadhan.
Workcamp ini dibuka dengan kegiatan Welcoming Party yang bertepatan dengan malam 1 Ramadhan. Kegiatan berkumpul di masjid setelah sholat tarawih berjamaah bersama warga dengan diselimuti suasana syahdu dan bahagia menjadi hal yang sangat membahagiakan bagi kami, para campersWelcoming Party mengawali semua rangkaian kegiatan yang telah dirancang untuk 9 hari ke depan.
Untuk kegiatan hariancampers dibagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing memiliki kewajiban melakukan home visit ke rumah warga, khususnya warga yang termasuk kategori orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK). Tujuan utama dari kegiatan home visit adalah untuk mempererat hubungan antara warga dengancampersHome visit tidak ditekankan pada seberapa banyak campers berkunjung ke rumah warga, namun seberapa dalam hubungan emosional yang terjalin antara warga dengan campers. Canda, tawa, haru, bahkan tangis sangat lekat dengan kegiatan home visit,
Selain kegiatan home visit, setiap kelompok juga mendapatkan tugas menjadi kitchen police yaitu bertugas menyiapkan menu untuk makan sahur dan menu untuk berbuka puasa. So, semua campers mau tidak mau, bisa tidak bisa, harus turut andil dalam menyiapkan menu makan sahur dan menu berbuka puasa.
Kegiatan campers di workcamp ini tentu tidak monoton home visit dan kitchen policesaja, namun setiap pagi para campers pun melakukan kegiatan morning exercise.Morning exercise yang dilakukan berupa senam pagi bersama dan tracking di sekitarbasecamp. Yang lebih menyenangkan lagi adalah Morning Exercise tidak hanya diikuti oleh campers namun anak-anak Desa Sumberglagah pun selalu turut andil meramaikan kegiatan Morning Exercise kami. Hubungan akrab dan hangat pun dapat dengan mudah terjalin antara anak-anak Desa Sumberglagah dengan campers.
Kegiatan lain yang tidak kalah seru adalah educational program yang diselenggarakan bagi anak-anak Desa Sumberglagah. Kegiatan ini dilakukan sebanyak 2 kali, dengan mengangkat tema dan cara penyampaian yang menarik bagi anak-anak. Pada educational program pertam campers melakukan mini drama untuk menyampaikan pesan tentang cita-cita. Sedangkan pada educational program ke-2,campers menyampaikan materi tentang PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)dengan menonton video dan pembuatan beragam mainan dengan menggunakan clay(lilin mainan).
Meskipun dalam suasana bulan puasacampers tetap mengadakan berbagai perlombaan bagi anak-anak dan orang tua. Perlombaan bagi anak-anak terdiri dari lomba adzan, lomba membaca al-Quran, lomba memasukkan paku ke dalam botol, lomba cantol topi, dan lomba memindahkan air. Anak-anak Sumberglagah sangat antusias dengan berbagai lomba yang diadakanmeskipun mereka sedang berpuasa. Satu lomba yang unik bagi orang tua adalah lomba melipat mukena. Kegiatan perlombaan semakin menyemarakkan kegiatan MWC 2014.
Kegiatan MWC 2014 resmi ditutup dengan kegiatan farewell party yang menampilkan berbagai penampilan dari campers, penampilan girlband dan boyband ‘dadakan’ ala anak-anak Desa Sumberglagah, serta kolaborasi antara para campers dan anak-anak Sumberglagah yang menambah semarak kegiatan Farewell Party MWC 2014. Alunan musik dan tarian tersaji dengan apiknya membuat farewell party menjadi penutup sempurna kegiatan MWC 2014. Teriknya matahari di tengah suasana Ramadhan tidak menghalangi semangat anak-anak Sumberglagah dan para campers untuk menampilkan beragam tarian dan nyanyian yang menghibur para warga Sumbergalagah.
Sembilan hari tinggal bersama dalam satu atap basecamp dan melakukan semua kegiatan bersama, cukup membuat campers menjadi sangat dekat layaknya satu keluarga baru. Begitu pula dengan warga Sumberglagah. Kebersamaan yang cukup singkat dengan warga Sumberglagah adalah hal yang sangat berarti bagi campers. Dari warga para campers mendapatkan banyak kasih sayang, pelajaran hidup, dan berbagai kenangan manis yang akan terus melekat sepanjang perjalanan hidup semua campers MWC 2014. (IS)

Comments