JIA Annual General Meeting (AGM) 2014


JIA Annual General Meeting (AGM) merupakan suatu pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh Joy In Action (JIA) yang dirancang sebagai forum untukmempertanggungjawabkan kegiatan selama satu tahun, menyepakati program untuk tahun berikutnya dan mendiskusikan permasalahan yang umum terjadi di setiap district untuk kemudian ditemukan solusinya.
AGM 2014 merupakan acara ke-6 yang diselenggarakan. Suatu kehormatan bagi LCC yang diundang dalam acara AGM untuk ke-2 kalinya. Tahun ini, LCC diwakili oleh tiga orangcampers yang dipilih melalui mekanisme seleksi. Tiga orang campers itu adalah Intan Cahya Alfiana (UNDIP 2011), Umarotun Niswah (UI 2011), dan Yuli Astuti (UI 2012).
AGM 2014 dilaksanakan di Hotel Yin Lin, NanNing, China pada tanggal 28-31 Agustus 2014. Forum ini dihadiri oleh JIA Committe, campers dari 8 district (NanNing, GuangZhou, GuiLin,Chang Sha, Yi Chang, Zhan Jiang, Haikou, Ji Shou) di China, Back up Team, Japanese campersdan Indonesian campers.  
Untuk rangkaian acara, hari pertama diisi dengan perkenalan dan games menarik serta orientasi terkait JIA dan AGM untuk campers yang berasal dari luar China. Hari kedua dilaksanakan Opening Ceremony, laporan pertanggungjawaban dari pihak JIA dilanjutkan perumusan rancangan program untuk tahun depan yang kemudian diajukan untuk disepakati bersama. Pada hari kedua ini pula dilaksanakan laporan pertanggungjawaban dari masing-masing district termasuk Back up Team. Pada kesempatan ini pula, Indonesian campers diberi kesempatan untuk mempresentasikan tentang Workcampdi Indonesia dan mimpi di waktu yang akan datang. Pada malam harinya, peserta diajak untuk menikmati tayangan video workcamp dari masing-masing district. Pada hari ketiga,diselenggarakan forum diskusi untuk membicarakan permasalahan yang umum terjadi di setiap district.peserta dibagi kedalam empat kelompok yang membicarakan 4 topik yang berbeda. Acara hari kedua dilanjutkan dengan Charity Bazar, pada kegiatan ini setiap districttermasuk Indonesia menjual souvenir-souvenir unik dan khas dari masing-masing wilayah. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan perlombaan tarik tambang lalu dilanjutkan denganfarewell party pada malam harinya.
AGM ini membawa cukup banyak inspirasi bagi perkembangan workcamp di Indonesia. Terbukti, sepulangnya campers dari AGM tahun lalu, ada perkembangan dalam hal pelaksanaan workcamp. Pada tahun ini, kamipun mendapatkan banyak sekali inspirasi yang kiranya dapat dilaksanakan bagi perkembangan workcamp di Indonesia. Tentunya dalam rangka mengurangi diskriminasi terhadap penderita kusta dan orang yang pernah mengalami kusta. Karena penyakit kusta ini memutus ‘hubungan’ penderita dengan lingkungannya. Oleh karena itu, satu-satunya tujuan workcamp adalah ‘menghubungkan’ itu kembali.
Tie person to person - Harada Ryotaro Tailang)
Bukan sekedar menolong orang yang membutuhkan dan sekedar memuaskan hati sukarelawan.
Let’s make a beautiful world without leprosy discrimination! (UN)

Comments