Gathering Komunitas-Komunitas di UI Bersama Kantor Komunikasi dan Informasi (KKI) UI


Kamis (22/5), Kantor Komunikasi dan Informasi (KKI) Universitas Indonesia baru saja mengadakan pertemuan dengan mengundang seluruh komunitas mahasiswa yang berada di UI. Pertemuan ini diselenggarakan di ruang rapat Rektorat UI Lt.2. LCC UI sebagai salah satu komunitas yang berada di UI mendapatkan undangan untuk datang ke forum tersebut dan bertemu dengan pihak KKI serta teman-teman dari komunitas lain. Dari sekitar 40-an komunitas yang diundang, hanya terdapat delapan komunitas yang datang pada pertemuan tersebut.
Forum ini sangatlah menarik karena LCC bisa bertemu dengan berbagai komunitas yang memiliki kegemaran dan ketertarikan yang beraneka ragam. Ada komunitas yang membentuk komunitasnya berdasarkan kesenangan atau hobi dalam memasak dan bermain gamelan. Ada komunitas yang membentuk komunitasnya karena ketertarikan setiap anggotanya terhadap budaya Jepang. Ada komunitas yang terbentuk karena kegemaran dalam membuat robot, dan sebagainya. Tak jarang dari mereka yang juga ternyata telah memiliki banyak prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan membawa nama komunitas mereka dan namaUniversitas.
Namun, tak selamanya segalanya berjalan mudah bagi komunitas yang ada di UI ini. Mereka sering menemukan berbagai macam masalah baik dalam internal maupun eksternal. Mulai dari masalah dana, manajemen anggota komunitas, hingga status komunitas yang tidak resmi sebagai wadah kegiatan mahasiswa UI. Status ini menyebabkan komunitas sering menghadapi masalah terutama dalam perizinan untuk mengadakan acara atau kegiatan di sekitaran kampus atau perizinan untuk meminjam sarana dan prasarana yang dimiliki oleh pihak kampus. Hal ini menjadi masalah tersendiri bagi setiap komunitas yang ada dan harus segera dicarikan solusinya secara bersama-sama. Karena pada dasarnya, komunitas membawa namaUniversitas disetiap kegiatan yang mereka laksanakan dan hal tersebut secara langsung akan berpengaruh terhadap citra UI di khayalak umum.
Kedepannya kami berharap bahwa pihak Universitas dapat mengadvokasi adanya solusi untuk masalah kami tersebut. Demi kebaikan bersama-sama, baik pihak komunitas maupunUniversitas. (jrf)

Comments