Evaluasi Pertengahan Tahun dan Hearing Bersama Project Team ‘Middle Workcamp 2014’ dan ’International Workcamp 2014’


Selasa (24/6), Pada tanggal 20-21 Juni 2014 LCC UI baru saja mengadakan Evaluasi Pertengahan Tahun (EPT) yang diadakan di komplek RS. Sitanala, Tangerang, Jawa Barat. EPT ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja seluruh divisi yang ada di LCC selama setengah tahun menjabat. Divisi-divisi LCC itu sendiri terdiri dari, divisi Event yang dipawangi oleh Maufiroh (FIK 2012), divisi Database Centre oleh Salma Annisa Rahmadewi (FKM 2012), divisi Human Resource Development oleh Nur Aini Hidayah (FKM 2011), divisiPublic Relation oleh Nurhidayat Nugroho (FT 2010), divisi Fund Raising oleh Yuli Astuti (FIK 2012), dan divisi Finance oleh Iga Styowati (FISIP 2011). Selain itu, ada juga evaluasi dari Umarotun Niswah (FKM 2011) selaku General Leader LCC 2014 yang juga memberikan harapan-harapan kedepannya untuk LCC.

Dengan diadakannya kegiatan ini, sangat diharapkan seluruh pengurus LCC 2014 dapat mengetahui kekurangan serta kelebihan setiap divisi agar dapat mengeksplorasi lagi menjadi lebih baik.

Sebelum kegiatan berlangsung, pak Ali, salah satu tokoh di komplek RS. Sitanala yang juga pernah mengalami kusta memberikan pesan-pesan kepada seluruh anggota LCC UI 2014 tentang karakter, politik, dan sebagainya.

“Kebanyakan orang beranggapan bahwa, diam adalah emas dan bicara adalah perak, namun sebagai Mahasiswa yang aktif, kalian tidak bisa menerapkan statement itu, yang harus kalian terapkan adalah diam itu emas dan bicara itu intan,” pesan pak Ali kepada pengurus  LCC 2014.
Selain EPT, ada juga hearing dengan Project Team Middle Workcamp 2014 yang akan dilaksanakan bulan ini serta International Workcamp 2014 yang akan dilaksanakan Agustus 2014. Hearing ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan mengeksplorasi kedua kegiatan tersebut.

Pada Sabtu, 21 Juni 2014 kegiatan terfokus pada Home Visit ke beberapa rumah warga RS. Sitanala yang juga merupakan orang-orang yang pernah mengalami kusta. Kurang lebih 3 jam kami becengkrama dan berbagi cerita dengan mereka.

Setelah itu, kami bersiap untuk bergegas pulang. Kami sangat berharap bahwa dengan keberadaan LCC dan kinerja pengurus yang lebih baik di lingkungan masyarakat kedepannya dapat menghilangkan diskriminasi dan stigma terhadap orang yang pernah mengalai kusta.
“Karena sesungguhnya, hidup tanpa diskriminasi adalah hidup yang diidamkan semua orang.” (RA)

Comments