6th Sitanala Mini Workcamp 2014

P
ada tanggal 3 sampai 5 Oktober 2014 yang juga bertepatan dengan perayaan Idul kurban, LCC UI mengadakan Mini Work Camp di daerah Sitanala, Tangerang.Workcamp ini menjadi work camp ke-6 yang diadakan di daerah tersebut. Dibandingkan dengan campsite yang lain, Sitanala lebih mudah dijangkau. Hal tersebut dikarenakan semua  campers pada work camp kali ini berasal dari UI, yang mayoritas berdomisili di wilayah Depok. Hanya dengan naik  KRL (Kereta Listrik) ke Tangerang, dan naik satu kali angkot, kita bisa sampai  di Sitanala, yey! J
            Nama daerah Sitanala, diambil dari nama seorang dokter, yakni dr. Jacob Bernadus Sitanala, atau biasa disebut JB Sitanala. Dokter ini merupakan dokter yang mendalami ilmu penyakit Lepra (Kusta) dan mendapat gelar Doktor dan Guru Besar ilmu penyakit kusta pada tahun 1927. Di Sitanala, terdapat Rumah Sakit Kusta dr. Sitanala, yang dulunya merupakan Pusat Rehabilitasi Sitanala. Sejak tahun 1970-an, pusat rehabilitasi Sitanala dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai pusat rehabilitasi untuk penderita kusta. Oleh karena itu, warga yang mengalami kusta datang berduyun – duyun datang untuk melakukan rehabilitasi di Sitanala. Rehabilitasi memerlukan waktu yang cukup lama, 6 bulan hingga tahunan, sehingga rata – rata pasien di pusat rehabilitasi Sitanala menetap dan membangun pemukiman di daerah tersebut. Sehingga tak heran, sampai sekarang pun masih banyak OYPMK (Orang yang pernah mengalami kusta) di daerah Sitanala.
            Campers 6th Mini Workcamp tiba di Sitanala pada Jumat malam. Di Mini Work Campkali ini, LCC UI bekerja sama dengan Young On Top Tangerang.  Dari 24 campers, 6 diantaranya adalah anggota Young On Top (YOT) Tangerang. Di work camp ini, kita memiliki 2 kegiatan utama, yakni home visit dan educational programHome visit diadakan pada hari kedua work camp. Pada kegiatan home visit ini, campers mendapat foto warga yang merupakan OYPMK, lalu mereka harus mencari rumah warga yang ada di foto itu. Dari kegiatan home visitcampers mendapatkan banyak informasi mengenai kusta dan cerita-cerita inspiratif dari warga. Warga yang mendapat kunjungan mengaku senang, karena ternyata sampai saat ini masih ada yang menjauhi dan bersikap diskriminatif terhadap mereka. Dengan adanya kunjungan ini, kita dapat menunjukkan sikap anti-diskriminatif yang nyata kepada warga yang juga merupakan OYPMK.
            Selain home visit, kita juga mengadakan Educational Program untuk anak-anak di daerah Sitanala. Antusias mereka sangatlah tinggi, terbukti dari jumlah mereka yang sangat banyak, sekitar 50 orang. Di educational program tersebut, kita menampilkan dongeng, yang dibawakan oleh Kak Eman dari YOT Tangerang, dan melakukan sebuah sains project. Dengan adanya educational program, kita berharap bisa menanamkan hal – hal yang baik lewat dongeng, dan mengembangkan kreativitas anak – anak Sitanala melalui sains project.
            Selain dua kegiatan utama tersebut, kita juga punya campers to campers time, agar seluruh campers saling mengenal satu sama lain. Kebanyakan campers to campers time diisi oleh games, mulai dari king – angel game, eat bulaga, hingga werewolf. Pastinya  yang menjadi favorit dan yang paling diingat seluruh campers adalah games werewolf (permainan wajib workcamp)
            Walaupun 6th Mini Workcamp ini hanya berlangsung 3 hari, namun cukup memberikan kesan mendalam untuk para campers, dan semoga juga memberikan kesan mendalam untuk para warga. Dan dengan adanya 6th Sitanala Mini Workcamp ini, kami berharap dapat mengurangi segala bentuk diskriminasi terhadap orang yang pernah mengalami kusta. J (NB)

Comments